Biarkan saja,karena ia adalah masalah…
Seperti ketika ummu salamah menjawab enteng pertanyaan anas bin Malik tentang rasulullah saw yang selalu refleks mencium Aisyah tetapi tidak begitu dengan beliau,kita semua harus belajar dengan fakta bahwa ternyata cinta memang punya mekanismenya sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.
Pembiaran.Ya,pembiaran.Mereka dengan sengaja membiarkan sebagian masalah itu terjadi.Dan tidak memikirkannya.Apalagi menyelesaikannya.karena memang tidak semua masalah harus diselesaikan.Karena memang ada banyak masalah yang selesai karena tidak dipikirkan dan tidak diselesaikan.Persis seperti kita membiarkan seorang bocah menangis dan tidak menghiraukanya,ia akan berhenti dengan sendirinya.Sebab memang harus ada”ruang pelepasan jiwa”yang mengharuskan kita”tega”menyaksikannya untuk lepasa bebas,sembari menanti dengan cukup”yakin”bahwa ia akan kembali tenang dengan sendirinya.
Begitu juga cinta punya mekanisme pembiaran.Semacam toleransi bahwa masalah-masalah yang muncul ini bukan bahaya yang mengancam.Tapi hanya riak-riak yang menghiasi keteduhan laut.Ujian paling berat bagi pecinta sejati adalah keyakinan terhadap kesejatian cintanya sendiri,dan keyakinan nya pada kekuatan cinta untuk terus melahirkan kebajikan-kebajikan.Pembiaran adalah tampak manajerial dari keyakinan itu.
Satu hal yang perlu di ingat bahwa jangan sampai cinta kita pada sesuatu melebihi kecintaan kita pada Allah.So..biarkan saja….
Jundi berkata,
Maret 3, 2008 pada 10:16 am
Syukran ya akh..benar memang bahwah masalahlah yang mengajarkan kita semangat untuk berjuang..
syariful berkata,
Maret 12, 2008 pada 9:14 am
sebuah topik pembahasan dari ustadz anis matta yang sangat menginspirasi uda. jazakallah andri lah manulihkan disiko