Kalo Itu memeng Elo..!!
Siapa yang menguasai kampus hari ini,maka dia akan menguasai negara sepuluh tahun lagi.
Tidak terlalu muluk bila demikian,karena ketika kita berpikir lebih jauh maka rekan-rekan mahasiswa yang ada hari ini adalah utusan terbaik dari negeri merka masing-masing,atau lebih tepatnya Iron stock untuk pengganti kepemimpinan di esok hari.
Sebuah kerja besar sebenarnya yang terpikul dipundak aktivis dakwah kampus,kerja substansial yang bisa merubah sebuah peradaban,dalam artian penentu nasib bangsa ini,terserah mau kemana mereka mau mengarahkannya nati.Nah untuk itu perlu kerja keras untuk persiapan dan penempaan terhadap mereka,setidaknya mereka terpola dengan kebiasaan baru bukan lagi ”warisan” kebiasaan buruk generasi lalu atau sekarang.
Tetapi sayangnya fenomena yang ada sekerang ini,baik dalam lingkungan kampus,maupun diluar kampus adalah sebuah ‘keprihatinan’. Dimana terpampang jelas terjadinya berbagai kesenjangan baik yang terorganisir maupun yang tidak terorganisir dengan rapi,baik yang di design maupun accident.Sebut saja aturan bangsa ketimuran,berapa banyak pelanggaran terhadap nilai-nilai sosial dan tenggang rasa yang selama ini selalu dijunjung tinggi,apalagi bila berbicara maslah agama,yang bila kita mau jujur tidak berapa dari umat isalam indonesia ini yang benar-benar melaksanakan semua kaidah dan ketentuan serta tuntunan Islam yang mulia ini.Kepemimpinan yang tidak merakyat,yang compang camping dan disulam dengan benang yang salah,sehingga sangat kentara walau dilihat dari kacamata siapa dan jarak sejauh manapun.
Dengan mengatasnamakan rakyat para pejabat mencoba mengumpulkan kain perca yang baru untuk menambal bangsa yang lusuh,jelas saja sangat kentara,kesenjangan antara pejabat dan rakyat begitu terasa.Rakyat mencoba mengais dan mengumpulkan sedikit rezeki dari hasil keringat dan debu,tetapi betapa banya proyek besar dan aset negara yang hanya dinikmati oleh sebagian orang saja.Sungguh bila seandainya tanah ini bisa berbicara pasti merka menolak untuk diinjak dan diforsir untuk kepentingan “semu”tersebut.
Semuanya terpampang jelas,dengan sedikit saja melongok kebangsa yang mendapat Penghargaan demokrasi ini,maka seakan kita melihat kaca transparan,yang melihatkan sisi positif dan negatifnya.Sekarang sudah saatnya kita bangkit,tidak perlu mengumpat,tetapi berbuatlah semampu kita.Ya sekarang dengan titel kita sebagai mahasiswa berfungsi control sosial di harapkan berperan besar terhadp perbaikan borok bangsa ini.Mulailah dari diri ,keluarga dan lingkungan kita.
Kalaulah dunia yang kacau balau ini diserahkan kepemimpinannya pada Muhammad SAW maka pasti tidak akan ada lagi kekacauan didunia ini,dan mereka hidup dalam satu kesatuan. (Pemimpin yang berpengaruh)
Itu bukanlah hal yang mustahil untuk kita lakukan,jangan melihat bahwa diri kita masih belum pantas,kampus kita masih belum futuh,tetapi lebih dari itu teriakkan pada diri kita bahwa kita pasti bisa merubahnya!Maka ketika kita bertekad demikian harus tidak ada lagi kata tunggu,mulailah dan hilangkanlah kebiasaan menunda walau dalam hal sekecil apapun.
Cobalah untuk merancang sebuah visi yang jelas yang akan memotivasi diri kita untuk bangkit ketika kemauan melemah.Masalah fakultas sangatlah kecil sebenarnya terhadap potensial yang di anugrahkan Allah pada kita,bahkan dengan jumlah kader sekitar 1300 orang sebenarnya unand ini begitu sempit untuk bergerak,perluasan dakwah sebenarnya bukan lagi dilingkungan kampus,tetapi menjamah lingkungan yang berada diluar bahkan jauh dari kampus Unand ini.Seharusnya yang kita benahi bukan lagi masalah internal kader,itu sudah basi.Sebut saja materi ruhiyah,komunikasi atau apalah namanya semuanya adalah makanan kader setiap kali melaksanakan dauroh.Lantas salahnya Dimana?
Salahnya kita tidak sungguh-sungguh karena Allah,Atau visi kita kurang tepat.Seandainya Allah tujuan kita maka Dia menjanjikan syurga yang maha indah,lalu motivasi apakah yang lebih besar dari ini?coba tanyakan manusia mana yang bisa membayar mahal kerja “biasa”dengan bayaran yang “luar biasa”.Bayangkan Allah akan membalas dengan surga yang luasnya seluas langit dan bumi,yang pasirnya saja adalah permata yang mutunya jauh lebih baik dari permata terbaik yang ada dibumi ini.
Ikhwatifillah,maka renungkanlah sejenak sudahkah kita optimal dalam dakwah kampus ini,sehingga kita memang pantas untuk balasan Syurga,atau kita hanya separoh hati?
Orang kafir saja bersusah-susah,memberikan segenap kemapuannya,harta bahkan jiwanya demi keyakinanya yang bagi keyakinan Islam mereka pasti akan mendapat balasan Neraka,Tetapi kenapa kita masih bermalas-malas untuk sesuatu balasan besar?
Allah menggambarkan bahwa kegelapan jahilliyah dapat dikalahkan oleh cahaya Islam,Nah seperti kita ketahui bahwa kegelapan itu bukanlah materi,tetapi itu hanya penamaan ketika cahaya tidak ada,jadi tidak usah meringkuk takut dibawah gelap sebab gelap mudah dikalahkan walaupun hanya dengan sebatang lilin.Nah nyalakanlah lilin-lilin kita,walaupun belum bisa menerangi dunia ini seterang matahari,tetapi cukup untuk mengusir gelap ruangan kita.
Setahun sebelum Rasulullah akan hijrah kemadinah,beliau mengutus Mushab bin Umair,seorang anak muda yang umurnya baru 20 tahun,anak mama,biasa dilayani dan belum banyak pengetahuannya tentang Islam,dengan sebuah tantangan ’Wahai Mushab datanglah ke Madinah dan ketika tahun besok kami hijrah ke Madinah tidak ada satu rumah disana yang kami kunjungi pasti ada orang Islam didalamnya’
Nah lalu bagaimana dengan kita?apakah kita merasa lebih muda,lebih manja atau sebaliknya kita pasti bisa membuktikan bahwa Unand ini akan futuh dibawah cahaya Islam tahun besok.? Wallahua’lam.Teriakkanlah Allahuakbar bukti kita sudah kembali bangkit..!!