Sahabat Saja..

Maret 3, 2008 at 10:02 am (Uncategorized)

Berteman saja dengan angin..
Dapat kau jumpai dimana saja..
Adukanlah masalahmu pada ombak.
Biar digulung dan dihempaskan ke pantai..

Hari ini kau bercerita  masalah diri,kemaren masalah hati..
Benar sobat hidup ini adalah untaian masalah yang berkait
Tak usah kau putus..
Cukup kau tata saja,agar rapi..

Beriringan,menapaki jalan panjang ini adalah sebuah stimulan energy  baru yang tak akan pernah berhenti.Mendaki,menurun,mendatar atau apapun analogi untuk sebuah masalah,akan terasa lebih ringan bila ada teman seperjuangan yang mendampingi.Mamapah ketika tertatih,membimbing ketika kepenatan melanda atau tertawa ketika jalan sudah menurun.

Sahabat..sebuah kata sederhana yang memiliki sejuta makna.Tertoreh dimana saja,dibuku harian,di album kenangan atau di pohon rambutan disamping rumah,ketika terbaca tetap akan memenuhi memori  dan melambungkan kita pada saat-saat terindah.Ya..semuanya akan terasa begitu sempurna,walaupun dulu ketika kita bersama mereka sering berbeda pendapat,berdebat ataupun bertengkar.Begitulah nuansa hati ketika putihnya masih ada maka akan selalu memandang indah kenangan yang penuh dengan ungkapan andai saja..kalau saja..dan bila saja tidak..
Dengung  dendang penyesalanlah yang akan selalu menggaung dalam hati,karena kita tidak bisa menjaga mereka.Keegoisan yang tak bisa menerima kritikan mereka,padahal kritikan itu diungkapkanya sebagai  bukti bahwa ia menyayangi kita.Keculasan yang menyebabkan luka dihati mereka.atau prasangka  yang menyebabkan jurang itu menganga antara gunung hati dengan mereka.

Akhi sebenarnya kalau kau mau tau itulah yang sebenarnya sahabat,merasa senang bila kau senang,susah bila kau terluka.Merasa bersalah karena ia tak bisa memberi  solusi atau orang yang selalu memberi  motivasi dan tak sungkan untuk mengkoreksi,diatas segalanya mereka adalah orang yang menginginkan keabadian persahabatan bersamamu karena Allah taala.
Masalah kita memang banyak,tetapi itulah yang namanya hidup,merangkak dari tapakan-tapakan masalah,terselesai atau tidak dia akan tetap menuntun kita kepenghujung,yang mengharuskan kita bertanggungjawab atas segala konsekuensi yang selama ini dilakoni.Tidak usah kau menunggu esok atau lusa lagi karena kau tidak pernah akan bisa benar-benar sendiri,disisi lain relung hatimu kau masih menyisakan ruang untuk seorang saudara,sahabat atau orang lain.Jumpialah mereka dan kemukakanlah agar ada lagi jembatan kepedulian dan berbagi antara kau dan dia.Tak usah lagi kau remukkan hatimu sendiri dalam kebuntuan otak dan berkecamuknya hati.
Akhi… kita adalah saudara..!!teman dikamarmu,diwismamu mereka sebenarnya adalah anugrah yang tak ternilai,yang setidaknya terbiasa dengan segala kerut dikeningmu,atau sunggingan senyum dibibirmu.Memahamimu lebih dari sekedar biasa,ikhwah atau akhwat manapun yang bersimpati disekelilingmu.Karena mereka juga turut andil bersama berdampingan dalam menapak hari harimu sadar ataupun tidak kau sadari mereka adalah sejarah hidupmu.Berikanlah sedikit kepercayaan dan secercah terang agar gelap tak bisa melingkupi persaudaraan dan wisma ini lagi.

Akhi bantu juga saudaramu agar bisa memahami  bahwa waktu mereka sebenarnya adalah waktu yang diisi dengan amal dan kebaikan,bantulah mereka agar jangan larut dalam tawa yang hanya bisa mematikan hati.Bercanda yang membuat ada sangsi atas kemurnian persaudaraan ini.Kelepasan berbicara atau kesalahan dalam berbuat itu biasa,tetapi itu tak lagi biasa bila sering dan menyakitkan hati.
Akhi..Jagalah mereka karena ia  adalah anugrah,belum tentu kau menemukan sahabat yang lebih baik dari mereka,seperti yang selama ini kau impi-impikan.Bisa jadi ini kesempatan pertama dan terakhir bagimu untuk mendapatkan sahabat seperti mereka,berlepas dari segala kekurangan yang dimilikinya,tetapi mereka tetaplah yang terbaik yang pantas kau syukuri.
Ada saat ketika nanti tak bersama mereka kau akan merasa ada sisi hatimu yang hilang.Kesakitan mereka juga sedikit banyaknya akan melukai hatimu juga,walaupun kau berpisah atas nama sahabat,teman atau musuh sekalipun.tetap saja akan meninggalkan pedih yang tak berhingga.
Karena tak lengkap rasanya bila aku,engkau dan mereka tidak bisa lagi berkumpul sperti ini di Sorga-Nya yang terindu.

Tulis sebuah Komentar