Tabung Cut Out 20 kV
Cut out biasanya digunakan pada jaringan distribusi 20 kV untuk proteksi trafo distribusi dari arus lebih akibat hubung singkat,dan juga diletakkan pada percabangan untuk proteksi jaringan
Prinsip kerjanya adalah ketika terjadi gangguan arus maka fuse pada cut out akan putus,seperti yang ada pada SPLN 64 tabung ini akan lepas dari pegangan atas,dan menggantung di udara,sehingga tidak ada arus yang mengalir ke sistem.
Harga yang mahal banyak merugikan PLN,karena seringnya terjadi hubung singkat akibat sambaran petir.Untuk mengatasinya ada sebuah metode baru dengan modivikasi akan menghemat biaya sebesar Rp.830.000,-/cut out.

Tabung cut out complexs dengan kedudukanya
Hasil modifikasi ini tidak rumit dan tidak menyalahi teknis,bahkan efisiensinya tetap sama, hal ini sangat menguntungkan karena selai mudah dalam pemodifikasian serta harganya murah. Hal ini dapat dilakukan dengan menggunakan pipa PVC karena biasanya yang rusak pada cut out saat hubung singkat hanya tabung yang pecah sedangkan kedudukanya tetap utuh, masalahnya produsen tidak ada yang menjual terpisah tabung cut out dan kedudukannya ini.Sehingga apabila rusak kita harus membeli semuanya, ini mubazir dan merugikan,makanya diusahkan modivikasi dengan pipa pvc,sudah dicoba dan ini teruji.Dalam dua tahun terakhir setelah dipasang ternyata masih andal.
Kurnia Eka M berkata,
Maret 11, 2009 pada 4:56 am
Mohon Penjelasan
apakah ada pengaruhnya jika memasang Fuse Link di luar tabung Cut Out atau bisa dibilang pemasangan Fuse Link tanpa Tabung Cut Out?
Terima Kasih
firman berkata,
Juli 11, 2009 pada 1:36 pm
apa yang mnybab kan CO putus apakah ada bahan lain sprti gas. . d dlm tabung CO. .
terima kasih
firman (pelajar)
deancorio berkata,
September 5, 2009 pada 5:19 am
@firman : putusnya CO karena dischard ato over current..disebabkan kangguan yang terjadi di saluaran distribusi.. sehingga isolasi gas pad co tidak kuat untuk mengisolasinya,..