Perempuan Indonesia yang Tak Kunjung Melahirkan Pahlawan

Juli 31, 2008 at 10:18 am (Uncategorized)

Indonesia dalam dilema, di era serba sulit ini tidak ada yang muncul sebagai sosok pribadi yang berbeda, yang akan hadir di saat orang orang lain larut dalam kesusahan justru ia kan memandang itu sebagai peluang, walaupun lubang kemungkinan itu hanya sebesar jarum. Yang mempunyai keberanianyang tersimpan dalam kehendak jiwa, berkobar menghidupkan bara menjadi api. Yang mempunyai kesabaran yang besar, kerena keberanian itu hanyalah kesabaran sesaat.

Indonesia hari ini luka berdarah- darah. Butuh pengorbanan yang besar untuk membuatnya kembali bangkit, itu tak mudah tak sembarang orang yang akan bisa, dan tidak anak siapa saja dari wanita indonesia ini bisa melakukannya. Ia adalah orang yang berbeda dari zamannya di lahirkan dari seorang wanita perkasa, menjadi pelita disaat cahaya lain padam diterpa badai, tampil sebagai pelindung dan rela berhujan dan berpanas agar orang lain bisa bernaung. Ia adalah manusia perkasa dan luar biasa berpikir jauh meninggalkan zdamannya.

Masih menggema dalam ruang dan waktu, zaman emas kejayaan masa Rasulullah Saw 1400 abad silam. Betapa tidak dizamannya-lah lahir beribu-ribu pahlawan. Ia hadir sendirian tanpa seorangpun pembela perjuangannya dan ketika wafat ia meninggalkan lebih dari 12.000 pahlawan. awalny berjuang sendirian dan saat wafatnya dia meninggalkan negara madinah. Dia adalah sosok apa saja yang begitu sempurna, sebagai ayah ia begitu berwibawa, sebagai suami ia begitu sempurna, sebagai negarawan ia begitu bersahaja, sebagai panglima ia begitu perkasa. Ia menjadi pahlawan dan menularkan kepahlawanannya pada sahabat-sahabatnya. Ironis dengan kondisi sekarang disaat seorang pahlawan terlahir oleh sejarah maka sahabatnya hanya sekedar menuliskan kepahlawanannya saja.

Duh.. Indonesia yang malang, Dzambrut khatulistiwa sudah berlumpur, tidak terjaga dari coreng-moreng kelakuan dzaman.Meninggakan generasi tanpa tujuan, pemimpin yang korup dan ulama yang lalai. jangankan pahlawan, untuk mencari sosok pemimpin saja susah.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Habis bukan Terhapus Musnah

Juli 26, 2008 at 5:33 am (Uncategorized)

“Lidah ibarat pedang” Lepas dari mulut ‘dia’ bisa menebas leher siapapun bahkan orang yang mengucapkanya. Tak bisa disangkal bahwa ketajaman lidah lebih tajam dari pedang.

Coba kita lihat kisah ummul mu’minin Aisyah Ra. Ketika badai fitnah menyebar dan menimbulkan kesedihan Rasulullah SAW, Aisyah di tuduh berselingkuh dengan seorang sahabat veteran badar.

Sehingga Allah membersihkan namanya langsung dari langit, bukan logika manusia yang bisa di bantah, tetapi akan terukhir sepanjang masa dalam mu’jizat agung Rasulullah.SAW.

Kata-kata yang keluar dari mulut ini telah terukir dalam file-file waktu, bahwa itu pernah kita ucapkan. Sesuatu yang menyenangkan ataupun sesuatu yang menyakitkan hati orang lain. Sungguh walaupun kita sudah meminta maaf tetap saja itu adalah bagian dari sejarah, bahwa itu pernah ada dan terucap, tidak bisa dianggap tiada ketika itu dilupakan.

Ramadhan menjelang, dengan harapan kita menjauhkan diri dari hal-hal demikian; ghibah (gunjing-red), Bohong, Hasad, mengejek, mencela, menghina dll. Banyak sekali dosa yang ditimbulkan oleh lidah, semoga kita berlindung pada Allah agar terhindar dari penyakit yang ditimbulkan kata-kata.

Isilah harian kita dengan lidah yang selalu berdzikir pada Allah, bertasbih dan memuji pada-Nya, Basahilah lidah dengan Ayat-ayat Al-quran, Sambunglah silaturahim, kalau tidak bisa lebih baik diam.Karena “doam itu emasa sedangkan bicara itu perak”. Mudah-mudahan kita terbiasa dan berdoa semoga ini menjadi awal dan bekal kita untuk ramadhan..amin..

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar