Habis bukan Terhapus Musnah
“Lidah ibarat pedang” Lepas dari mulut ‘dia’ bisa menebas leher siapapun bahkan orang yang mengucapkanya. Tak bisa disangkal bahwa ketajaman lidah lebih tajam dari pedang.
Coba kita lihat kisah ummul mu’minin Aisyah Ra. Ketika badai fitnah menyebar dan menimbulkan kesedihan Rasulullah SAW, Aisyah di tuduh berselingkuh dengan seorang sahabat veteran badar.
Sehingga Allah membersihkan namanya langsung dari langit, bukan logika manusia yang bisa di bantah, tetapi akan terukhir sepanjang masa dalam mu’jizat agung Rasulullah.SAW.
Kata-kata yang keluar dari mulut ini telah terukir dalam file-file waktu, bahwa itu pernah kita ucapkan. Sesuatu yang menyenangkan ataupun sesuatu yang menyakitkan hati orang lain. Sungguh walaupun kita sudah meminta maaf tetap saja itu adalah bagian dari sejarah, bahwa itu pernah ada dan terucap, tidak bisa dianggap tiada ketika itu dilupakan.
Ramadhan menjelang, dengan harapan kita menjauhkan diri dari hal-hal demikian; ghibah (gunjing-red), Bohong, Hasad, mengejek, mencela, menghina dll. Banyak sekali dosa yang ditimbulkan oleh lidah, semoga kita berlindung pada Allah agar terhindar dari penyakit yang ditimbulkan kata-kata.
Isilah harian kita dengan lidah yang selalu berdzikir pada Allah, bertasbih dan memuji pada-Nya, Basahilah lidah dengan Ayat-ayat Al-quran, Sambunglah silaturahim, kalau tidak bisa lebih baik diam.Karena “doam itu emasa sedangkan bicara itu perak”. Mudah-mudahan kita terbiasa dan berdoa semoga ini menjadi awal dan bekal kita untuk ramadhan..amin..