Perempuan Indonesia yang Tak Kunjung Melahirkan Pahlawan
Indonesia dalam dilema, di era serba sulit ini tidak ada yang muncul sebagai sosok pribadi yang berbeda, yang akan hadir di saat orang orang lain larut dalam kesusahan justru ia kan memandang itu sebagai peluang, walaupun lubang kemungkinan itu hanya sebesar jarum. Yang mempunyai keberanianyang tersimpan dalam kehendak jiwa, berkobar menghidupkan bara menjadi api. Yang mempunyai kesabaran yang besar, kerena keberanian itu hanyalah kesabaran sesaat.
Indonesia hari ini luka berdarah- darah. Butuh pengorbanan yang besar untuk
membuatnya kembali bangkit, itu tak mudah tak sembarang orang yang akan bisa, dan tidak anak siapa saja dari wanita indonesia ini bisa melakukannya. Ia adalah orang yang berbeda dari zamannya di lahirkan dari seorang wanita perkasa, menjadi pelita disaat cahaya lain padam diterpa badai, tampil sebagai pelindung dan rela berhujan dan berpanas agar orang lain bisa bernaung. Ia adalah manusia perkasa dan luar biasa berpikir jauh meninggalkan zdamannya.
Masih menggema dalam ruang dan waktu, zaman emas kejayaan masa Rasulullah Saw 1400 abad silam. Betapa tidak dizamannya-lah lahir beribu-ribu pahlawan. Ia hadir sendirian tanpa seorangpun pembela perjuangannya dan ketika wafat ia meninggalkan lebih dari 12.000 pahlawan. awalny berjuang sendirian dan saat wafatnya dia meninggalkan negara madinah. Dia adalah sosok apa saja yang begitu sempurna, sebagai ayah ia begitu berwibawa, sebagai suami ia begitu sempurna, sebagai negarawan ia begitu bersahaja, sebagai panglima ia begitu perkasa. Ia menjadi pahlawan dan menularkan kepahlawanannya pada sahabat-sahabatnya. Ironis dengan kondisi sekarang disaat seorang pahlawan terlahir oleh sejarah maka sahabatnya hanya sekedar menuliskan kepahlawanannya saja.
Duh.. Indonesia yang malang, Dzambrut khatulistiwa sudah berlumpur, tidak terjaga dari coreng-moreng kelakuan dzaman.Meninggakan generasi tanpa tujuan, pemimpin yang korup dan ulama yang lalai. jangankan pahlawan, untuk mencari sosok pemimpin saja susah.