Cahaya diatas Cahaya..

September 20, 2008 at 3:42 am (Uncategorized)

Segala sesuatu yang ada dibumi dan alam semesta ini bertasbih mensucikan nama Allah, semua makhluk bahkan malaikat sekalipun memuji nama Allah. Bulan ramadhan penuh berkah ini adalah sebuah momentum besar bagi manusia untuk kembali fitrah, kembali ke kesucian diri.

“Allah (pemberi) cahaya (kepada) langit dan bumi. Perumpamaan cahaya-Nya, seperti sebuah lubang yang tidak tembus yang didalamnya ada pelita besar. Pelita itu didalam tabung kaca, dan tabung kaca itu bagaikan bintang yang berkilauan, yang dinyalakan dari minyak pohon yang diberkahi, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak ditimur (dan) tidak pula di barat, minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya diatas cahaya (berlapis-lapis), Allah memberi petunjuk pada cahaya-Nya bagi orang yang dia kehendaki, dan Allah membuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia. Dan Allah Maha Mengetahui sesuatu.”(QS: Annur 35)

“Cahaya itu dirumah-rumah yang disana telah diperintahakan Allah untuk memuliakan dan Menyebut namaNya, disana bertasbih menyebut nama-Nya diwaktu pagi dan petang”(QS: Annur 36)

“Orang yang tidak dilalaikan oleh perdagangan dan jual beli dari mengingat Allah, melaksanakan shalat dan menunaikan dzakat. Mereka takut kepada hari ketika hati dan penglihatan menjadi guncang”(QS: Annur 37)

10 hari terakhir ramadhan..bermalamlah di masjid, khususkan diri kita untuk beribadah pada Allah, ketika maghfiroh itu turun kita dalam keadaan tunduk, ketika lailatul qadar itu datang kita dalam keadaan takut dan pasrah. Bermalamlah di masjid, i’tiqof..

Tetapi awas jangan menjadi orang munafik, sehingga amaln kita terkotori oleh karena ria dan sombong dan jadilah orang orang yang merugi…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Perempuan Indonesia yang Tak Kunjung Melahirkan Pahlawan

Juli 31, 2008 at 10:18 am (Uncategorized)

Indonesia dalam dilema, di era serba sulit ini tidak ada yang muncul sebagai sosok pribadi yang berbeda, yang akan hadir di saat orang orang lain larut dalam kesusahan justru ia kan memandang itu sebagai peluang, walaupun lubang kemungkinan itu hanya sebesar jarum. Yang mempunyai keberanianyang tersimpan dalam kehendak jiwa, berkobar menghidupkan bara menjadi api. Yang mempunyai kesabaran yang besar, kerena keberanian itu hanyalah kesabaran sesaat.

Indonesia hari ini luka berdarah- darah. Butuh pengorbanan yang besar untuk membuatnya kembali bangkit, itu tak mudah tak sembarang orang yang akan bisa, dan tidak anak siapa saja dari wanita indonesia ini bisa melakukannya. Ia adalah orang yang berbeda dari zamannya di lahirkan dari seorang wanita perkasa, menjadi pelita disaat cahaya lain padam diterpa badai, tampil sebagai pelindung dan rela berhujan dan berpanas agar orang lain bisa bernaung. Ia adalah manusia perkasa dan luar biasa berpikir jauh meninggalkan zdamannya.

Masih menggema dalam ruang dan waktu, zaman emas kejayaan masa Rasulullah Saw 1400 abad silam. Betapa tidak dizamannya-lah lahir beribu-ribu pahlawan. Ia hadir sendirian tanpa seorangpun pembela perjuangannya dan ketika wafat ia meninggalkan lebih dari 12.000 pahlawan. awalny berjuang sendirian dan saat wafatnya dia meninggalkan negara madinah. Dia adalah sosok apa saja yang begitu sempurna, sebagai ayah ia begitu berwibawa, sebagai suami ia begitu sempurna, sebagai negarawan ia begitu bersahaja, sebagai panglima ia begitu perkasa. Ia menjadi pahlawan dan menularkan kepahlawanannya pada sahabat-sahabatnya. Ironis dengan kondisi sekarang disaat seorang pahlawan terlahir oleh sejarah maka sahabatnya hanya sekedar menuliskan kepahlawanannya saja.

Duh.. Indonesia yang malang, Dzambrut khatulistiwa sudah berlumpur, tidak terjaga dari coreng-moreng kelakuan dzaman.Meninggakan generasi tanpa tujuan, pemimpin yang korup dan ulama yang lalai. jangankan pahlawan, untuk mencari sosok pemimpin saja susah.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Habis bukan Terhapus Musnah

Juli 26, 2008 at 5:33 am (Uncategorized)

“Lidah ibarat pedang” Lepas dari mulut ‘dia’ bisa menebas leher siapapun bahkan orang yang mengucapkanya. Tak bisa disangkal bahwa ketajaman lidah lebih tajam dari pedang.

Coba kita lihat kisah ummul mu’minin Aisyah Ra. Ketika badai fitnah menyebar dan menimbulkan kesedihan Rasulullah SAW, Aisyah di tuduh berselingkuh dengan seorang sahabat veteran badar.

Sehingga Allah membersihkan namanya langsung dari langit, bukan logika manusia yang bisa di bantah, tetapi akan terukhir sepanjang masa dalam mu’jizat agung Rasulullah.SAW.

Kata-kata yang keluar dari mulut ini telah terukir dalam file-file waktu, bahwa itu pernah kita ucapkan. Sesuatu yang menyenangkan ataupun sesuatu yang menyakitkan hati orang lain. Sungguh walaupun kita sudah meminta maaf tetap saja itu adalah bagian dari sejarah, bahwa itu pernah ada dan terucap, tidak bisa dianggap tiada ketika itu dilupakan.

Ramadhan menjelang, dengan harapan kita menjauhkan diri dari hal-hal demikian; ghibah (gunjing-red), Bohong, Hasad, mengejek, mencela, menghina dll. Banyak sekali dosa yang ditimbulkan oleh lidah, semoga kita berlindung pada Allah agar terhindar dari penyakit yang ditimbulkan kata-kata.

Isilah harian kita dengan lidah yang selalu berdzikir pada Allah, bertasbih dan memuji pada-Nya, Basahilah lidah dengan Ayat-ayat Al-quran, Sambunglah silaturahim, kalau tidak bisa lebih baik diam.Karena “doam itu emasa sedangkan bicara itu perak”. Mudah-mudahan kita terbiasa dan berdoa semoga ini menjadi awal dan bekal kita untuk ramadhan..amin..

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

BBM (Benar-Benar Meroket)

Juni 19, 2008 at 4:08 pm (Uncategorized)

Tanggal 23 Mei 2008, akhirnya pada malam hari terpaksa di penuhi dengan rakyat-rakyat yang mempunyai kenderaan baik roda dua maupun roda empat dan sebagainya harus melakukan ritual antri BBM di hampir semua SPBU di nusantara.

Harga yang dipastikan naik yakni jatuh pada hari ini (24/5) sebesar 28,7 % pukull 00.00 WIB dengan ketentuan sebagai berikut; Premium Rp. 4.500 menjadi Rp. 6.000; Solar dari Rp. 4.300 menjadi Rp 5.500 dan Minyak Tanah dari Rp. 2.000 menjadi Rp. 2.500.

Ayo ngantre, ngak ada loe nggak rame..

Dikarenakan ketidak mampuan Negara kita untuk memenuhi konsumsi BBM dalam negeri, sehingga harus mengimport BBM dari luar dan pasti dengan harga mahal, padahal negara kita itu termasuk dalam organisasi OPEC (singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries) kalo dalam bahasa indonesianya : Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak Bumi. lho kok lucu, ikut organisasi OPEC tapi kok BBM untuk negara sendiri aja gak terpenuhi, sampe sampe harus beli dari luar :) ) dan ujung2nya di lepas ke masyarakat juga dengan harga mahal. dan untuk mencapai harga standart tanpa subsidi, terpaksa harga di naikan bertahap!

Saat ini Indonesia juga sedang mempertimbangkan untuk keluar organisasi OPEC (singkatan dari Organization of the Petroleum Exporting Countries) mengingat Indonesia kini telah menjadi importir minyak dan tidak mampu memenuhi kuota produksinya. padahal minyak bumi di indonesia tercinta ini masih melimpah ruah! hmmm…..

Sekarang Demonstrasi kenaikan BBM di mana mana, namun tidak ada kompromi dan harga BBM tetap naik juga! kemana lagi kita harus mengadu!

Jangan Gila dong..

Ok deh, itu sekedar pengantar kenaikan BBM di negara tercinta ini, dan disisi lain saya melihat beberapa kejadian yang saya anggap patut juga saya ceritakan di sini!

Fenomena yang sering terjadi Pra kenaikan BBM adalah, Masyarakat berbondong2 ke POM bensin hingga mengakibatkan kemacetan di jalanan, untuk mengisi Tanki kendaraannya sampai penuh, dan rela ngantri hingga berjam jam, demi mendapatkan bensin dengan harga lebih murah sebelum kenaikan harga di tetapkan! padahal seperti kemarin saya ceritakan masalah pembatasan BBM , artinya dengan mengantri berjam jam pun, yah cuman bisa ngisi 15rb untuk kendaraan roda dua, dan 75rb untuk kendaraan roda empat!

Kalo kita pikir2 dengan logis, khan sayang tuh harus ngatri berlama lama, padahal cuman dapet beberapa liter bensin, dan pastinya akan menyita waktu dan tenaga! padahal BBM yang di isi juga dibatasi! kalo di bandingkan dengan waktu yang dihabiskan juga tenaga yang di keluarkan, pasti sangat tidak sebanding antara selisih harga BBM Pra kenaikan dan waktu serta tenaga!

Bagi saya lebih baik, waktu itu dipakai untuk hal lain yang kira2 lebih bermanfaat! toh mungkin lebih baik dari pada nganti panas panasan, dan mendapatkan sesuatu yang tidak sebanding! bahkan ada yang rela meninggalkan pekerjaan kantor atau rumah, demi mendapatkan BBM pra kenaikan, tapi itulah fenomena sering terjadi di masyarakat kita! maaf “kadang suka aneh!”

Cukup sudah bangsa ini menderita, terpana dengan kekuatan dari segenap kebijakan terhadap rakyat.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Lebih Bijak dari Ukuran Usianya dan Jauh Meninggalkan Zamanya

Juni 19, 2008 at 3:30 pm (Uncategorized)

Menapaki awang memang tak mudah,apalagi menggapai bintang,tapi bukanya tak mungkin cuma mungkin waktu saja yang belum tepat atau usaha kita yang belum sungguh-sungguh.

Hari ini adalah insrospeksi hari kemaren dan realisasi schedul rancangan tahun 2008 kita.Kalaulah seandainya tak berubah dan tak sesuai dengan rancangan mestinya ada yang harus kita perbaiki, ibarat undang-undang rancangan itu harus direvisi atau atau eksekutif yang mesti di ajukan ke pengadilan.

Kita harus berpikir jauh ke depan lebih dewasa dari umur kita dan meninggalkan zaman kita, karena kalaulah tidak seperti itu maka kita selamanya akan menjadi orang kebanyakan yang setiap harinya bergulir seirama tanpa adanya terobosan. Hari ini adalah untuk menutupi kekurangan hari kemaren. Aduh alangkah meruginya.

Untuk itu perlu rasanya kita meninggalkan kegiatan sia-sia dan mengerjakan hal-hal yang bermanfaat, karena jangan sampai guletin waktu memaksa kita berhenti sebelum sampai ketujuan. Membuat segalanya terputus tanpa bisa berbuat banyak untuk diri sediri apalagi orang-orang tersayang yang ingin kita bahagiakan.

Jundullah

Selamatkan generasi ini dengan meninggikan cita-menembus ke langit asa dan menghujam ke lautan ilmu, karena manusia itu dimuliakan dengan iman dan ilmunya. Sehingga kita harus menapaki awang dan menggapai setinggi bintang, mengarungi samudra dan menyelam ke palung terdalam untuk mendaoatkan ilmu dan berharap keridhaan untuk sebuah kejayaan.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

KKTM bukan sekedar Kompetisi

Juni 16, 2008 at 7:12 am (Uncategorized)

Salam Ukhuwah tuk semua sahabat..

Ternyata saudara itu ada dimana-mana, dari Aceh sampai Jakarta. Semuanya pantas untuk sebutan sahabat (nggak sekedar teman biasa). Duh maaf sekali bila kedatangannya kemaren k UNAND kurang di layani, bukan maksud demikian, wah nggak tau juga terasa kehilangan ketika saat mulai berpisah, saat hari rabu itu datang juga, inginnya sih berlama-lama dan banyak berbagi cerita, walaupun aq orangnya sih suka dengar aja :) .

Kompetisi Karya Tulis Mahasiwa 2008 Wilayah A pantas untuk diabadikan dan dikenang karena begitu banyak hal berharga yang dapat disimpan terutama ide cemerlang anak bangsa ini.Salam Untuk Harapan (Unsiyah) , Stev (USU), Adri (unimed), Apid (Unand), Hasyim,Adhe,indra (undri), Hengki,stepty,Anggi (Unja), Adi (Unib), Maya,Wulan Rere(STMIK), Stella,joan,jesica (atma jaya), Yoan,Noe (ISTN), Syahri (Unsri), Usman,nia,yuyun (UNJ), Rani* (UI), Widya,Alfi (UNP),Fajar,Idrus (UNILA), Syahroni (Univ.Medan Area).Dll yang tidak dapat dituliskan (maaf ya,lupa).

KKTM

Diharapkan kebersamaan ini adalah awal dari kebangkitan bangsa dan kitalah pemegang estafet berikutnya.

Peserta KKTM 2008 Wilayah A

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Maafkan saja …

Maret 28, 2008 at 11:31 pm (Uncategorized)

Maaf..ini memang kata yang sangat sakral,bagi sebagian orang lebih susah untuk meminta maaf atas sebuah kesalahan..

Kesalahan apapun namanya mesti ada penghapusnya,kepada Allah dengan bertobat,kepada saudara dengan meminta maaf.sering memang kehilafan itu berulang,untuk sebuah masalah yang sama terulang dalam rentang waktu yang relatif singkat.

Kadang ketika kejenuhan melanda,tanpa batas kita sudah melompat pagar itu,ya sebuah kesalahan lagi.tak usah kau tumpuk lepaskan saja agar kembali putih.Karena merekapun akan mengalami apa yang kau rasakan ketika engkau memilih untuk bungkam,kawan..kasihanilah pada dirimu karena sesungguhnya engkau membuat kerangkeng untuk mengurung hatimu sendiri.

Kesalahan,bukan maksud untuk diulang di waktu depan,tetapi adalah sedikit keberanian untuk berbenah.Larena percayalah bahwa setiap kesalahan akan memadamkan cahaya..

jadi bila mereka datang untuk meminta maaf,hargailah karena itu butuh energi yang besar,menempatkan diri pada posisi dibawah,yang sunatullahnya manusia tidak inginkan..Maafkan saja-lah..karena bisa jade ini bentuk ujian keikhlasan engakau bersaudara..

Permalink & Komentar

Lamda I penuh kenangan

Maret 18, 2008 at 9:41 am (Uncategorized)

sungguh luar biasa,disini dalam mengangkat acara ini kita memang benar-benar diuji..

kesabaran,keistiqomahan dan kestiqohan..Tak terbayangkankan memang dalam tuntutan pengkaderan yang semakin mendesak,ternyata kita masih disibukkan dengan agenda pribadi yang notabenenya(afwan)tidak penting.

Memang benar bahwasanya tugas itu sudah diamanahkan,memang tidak mesti harus kita lagi,nah toh masih banyak yang lain,tapi coba bayangkan ketika yang lain berfikiran juga seperti kita maka kita sudah mengiqob orang lain dengan kelalaian kita..

Bukan begini sunatullah dakwah,ini bukan masalah pengikutnya yang sedikit,atau jalannya penuh onak dan duri,tetapi engkau,aku dan mereka yang menciptakan kondisi demikian.Bukan..tidak usah engkau sesali mereka yang berguguran di jalan dakwah karena engkalah yang memaksa pucuk itu untuk gugur…

Untuk itu saudaraku..cukupkan..biarkan engkau dan aku saja jadi korban kelalaian,tak usah kau wariskan…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sahabat Saja..

Maret 3, 2008 at 10:02 am (Uncategorized)

Berteman saja dengan angin..
Dapat kau jumpai dimana saja..
Adukanlah masalahmu pada ombak.
Biar digulung dan dihempaskan ke pantai..

Hari ini kau bercerita  masalah diri,kemaren masalah hati..
Benar sobat hidup ini adalah untaian masalah yang berkait
Tak usah kau putus..
Cukup kau tata saja,agar rapi..

Beriringan,menapaki jalan panjang ini adalah sebuah stimulan energy  baru yang tak akan pernah berhenti.Mendaki,menurun,mendatar atau apapun analogi untuk sebuah masalah,akan terasa lebih ringan bila ada teman seperjuangan yang mendampingi.Mamapah ketika tertatih,membimbing ketika kepenatan melanda atau tertawa ketika jalan sudah menurun.

Sahabat..sebuah kata sederhana yang memiliki sejuta makna.Tertoreh dimana saja,dibuku harian,di album kenangan atau di pohon rambutan disamping rumah,ketika terbaca tetap akan memenuhi memori  dan melambungkan kita pada saat-saat terindah.Ya..semuanya akan terasa begitu sempurna,walaupun dulu ketika kita bersama mereka sering berbeda pendapat,berdebat ataupun bertengkar.Begitulah nuansa hati ketika putihnya masih ada maka akan selalu memandang indah kenangan yang penuh dengan ungkapan andai saja..kalau saja..dan bila saja tidak..
Dengung  dendang penyesalanlah yang akan selalu menggaung dalam hati,karena kita tidak bisa menjaga mereka.Keegoisan yang tak bisa menerima kritikan mereka,padahal kritikan itu diungkapkanya sebagai  bukti bahwa ia menyayangi kita.Keculasan yang menyebabkan luka dihati mereka.atau prasangka  yang menyebabkan jurang itu menganga antara gunung hati dengan mereka.

Akhi sebenarnya kalau kau mau tau itulah yang sebenarnya sahabat,merasa senang bila kau senang,susah bila kau terluka.Merasa bersalah karena ia tak bisa memberi  solusi atau orang yang selalu memberi  motivasi dan tak sungkan untuk mengkoreksi,diatas segalanya mereka adalah orang yang menginginkan keabadian persahabatan bersamamu karena Allah taala.
Masalah kita memang banyak,tetapi itulah yang namanya hidup,merangkak dari tapakan-tapakan masalah,terselesai atau tidak dia akan tetap menuntun kita kepenghujung,yang mengharuskan kita bertanggungjawab atas segala konsekuensi yang selama ini dilakoni.Tidak usah kau menunggu esok atau lusa lagi karena kau tidak pernah akan bisa benar-benar sendiri,disisi lain relung hatimu kau masih menyisakan ruang untuk seorang saudara,sahabat atau orang lain.Jumpialah mereka dan kemukakanlah agar ada lagi jembatan kepedulian dan berbagi antara kau dan dia.Tak usah lagi kau remukkan hatimu sendiri dalam kebuntuan otak dan berkecamuknya hati.
Akhi… kita adalah saudara..!!teman dikamarmu,diwismamu mereka sebenarnya adalah anugrah yang tak ternilai,yang setidaknya terbiasa dengan segala kerut dikeningmu,atau sunggingan senyum dibibirmu.Memahamimu lebih dari sekedar biasa,ikhwah atau akhwat manapun yang bersimpati disekelilingmu.Karena mereka juga turut andil bersama berdampingan dalam menapak hari harimu sadar ataupun tidak kau sadari mereka adalah sejarah hidupmu.Berikanlah sedikit kepercayaan dan secercah terang agar gelap tak bisa melingkupi persaudaraan dan wisma ini lagi.

Akhi bantu juga saudaramu agar bisa memahami  bahwa waktu mereka sebenarnya adalah waktu yang diisi dengan amal dan kebaikan,bantulah mereka agar jangan larut dalam tawa yang hanya bisa mematikan hati.Bercanda yang membuat ada sangsi atas kemurnian persaudaraan ini.Kelepasan berbicara atau kesalahan dalam berbuat itu biasa,tetapi itu tak lagi biasa bila sering dan menyakitkan hati.
Akhi..Jagalah mereka karena ia  adalah anugrah,belum tentu kau menemukan sahabat yang lebih baik dari mereka,seperti yang selama ini kau impi-impikan.Bisa jadi ini kesempatan pertama dan terakhir bagimu untuk mendapatkan sahabat seperti mereka,berlepas dari segala kekurangan yang dimilikinya,tetapi mereka tetaplah yang terbaik yang pantas kau syukuri.
Ada saat ketika nanti tak bersama mereka kau akan merasa ada sisi hatimu yang hilang.Kesakitan mereka juga sedikit banyaknya akan melukai hatimu juga,walaupun kau berpisah atas nama sahabat,teman atau musuh sekalipun.tetap saja akan meninggalkan pedih yang tak berhingga.
Karena tak lengkap rasanya bila aku,engkau dan mereka tidak bisa lagi berkumpul sperti ini di Sorga-Nya yang terindu.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kalo Itu memeng Elo..!!

Maret 3, 2008 at 9:41 am (Uncategorized)

    Siapa yang menguasai kampus hari ini,maka dia akan menguasai negara sepuluh tahun lagi.

Tidak terlalu muluk bila demikian,karena ketika kita berpikir lebih jauh maka rekan-rekan mahasiswa yang ada hari ini adalah utusan terbaik dari negeri merka masing-masing,atau lebih tepatnya Iron stock untuk pengganti kepemimpinan di esok hari.

Sebuah kerja besar sebenarnya yang terpikul dipundak aktivis dakwah kampus,kerja substansial yang bisa merubah sebuah peradaban,dalam artian penentu nasib bangsa ini,terserah mau kemana mereka mau mengarahkannya nati.Nah untuk itu perlu kerja keras untuk persiapan dan penempaan terhadap mereka,setidaknya mereka terpola dengan kebiasaan baru bukan lagi ”warisan” kebiasaan buruk generasi lalu atau sekarang.
Tetapi sayangnya fenomena yang ada  sekerang ini,baik dalam lingkungan kampus,maupun diluar kampus adalah sebuah ‘keprihatinan’. Dimana terpampang jelas terjadinya berbagai kesenjangan baik yang terorganisir maupun yang tidak terorganisir dengan rapi,baik yang di design maupun accident.Sebut saja aturan bangsa ketimuran,berapa banyak pelanggaran terhadap nilai-nilai sosial dan tenggang rasa yang selama ini selalu dijunjung tinggi,apalagi bila berbicara maslah agama,yang bila kita mau jujur tidak berapa dari umat isalam indonesia ini yang benar-benar melaksanakan semua kaidah dan ketentuan serta tuntunan Islam yang mulia ini.Kepemimpinan yang tidak merakyat,yang compang camping dan disulam dengan benang yang salah,sehingga sangat kentara walau dilihat dari kacamata  siapa dan jarak sejauh manapun.

Dengan mengatasnamakan rakyat para pejabat mencoba mengumpulkan kain perca yang baru untuk menambal bangsa yang lusuh,jelas saja sangat kentara,kesenjangan antara pejabat dan rakyat begitu terasa.Rakyat mencoba mengais dan mengumpulkan sedikit rezeki dari hasil keringat dan debu,tetapi betapa banya proyek besar dan aset negara yang hanya dinikmati oleh sebagian orang saja.Sungguh bila seandainya tanah ini bisa berbicara pasti merka menolak untuk diinjak dan diforsir untuk kepentingan “semu”tersebut.

Semuanya terpampang jelas,dengan sedikit saja melongok kebangsa yang mendapat Penghargaan demokrasi ini,maka seakan kita melihat kaca transparan,yang melihatkan sisi positif dan  negatifnya.Sekarang sudah saatnya kita bangkit,tidak perlu mengumpat,tetapi berbuatlah semampu kita.Ya sekarang dengan titel kita sebagai mahasiswa berfungsi control sosial di harapkan berperan besar terhadp perbaikan borok bangsa ini.Mulailah dari diri ,keluarga dan lingkungan kita.

Kalaulah dunia yang kacau balau ini diserahkan kepemimpinannya pada Muhammad SAW maka pasti tidak akan ada lagi kekacauan didunia ini,dan mereka hidup dalam satu kesatuan.     (Pemimpin yang berpengaruh)

Itu bukanlah hal yang mustahil untuk kita lakukan,jangan melihat bahwa diri kita masih belum pantas,kampus kita masih belum futuh,tetapi lebih dari itu teriakkan pada diri kita bahwa kita pasti bisa merubahnya!Maka ketika kita bertekad demikian harus  tidak ada lagi kata tunggu,mulailah dan hilangkanlah kebiasaan menunda walau dalam hal sekecil apapun.

Cobalah untuk merancang sebuah visi yang jelas yang akan memotivasi diri kita untuk bangkit ketika kemauan melemah.Masalah fakultas sangatlah kecil sebenarnya terhadap potensial yang di anugrahkan Allah pada kita,bahkan dengan jumlah kader sekitar 1300 orang sebenarnya unand ini begitu sempit untuk bergerak,perluasan dakwah sebenarnya bukan lagi dilingkungan kampus,tetapi menjamah lingkungan yang berada diluar bahkan jauh dari kampus Unand ini.Seharusnya yang kita benahi bukan lagi masalah internal kader,itu sudah basi.Sebut saja materi ruhiyah,komunikasi atau apalah namanya semuanya adalah makanan kader setiap kali melaksanakan dauroh.Lantas salahnya Dimana?

Salahnya kita tidak sungguh-sungguh karena Allah,Atau visi kita kurang tepat.Seandainya Allah tujuan kita maka Dia menjanjikan syurga yang maha indah,lalu motivasi apakah yang lebih besar dari ini?coba tanyakan manusia mana yang bisa membayar mahal kerja “biasa”dengan bayaran yang “luar biasa”.Bayangkan Allah akan membalas dengan surga yang luasnya seluas langit dan bumi,yang pasirnya saja adalah permata yang mutunya jauh lebih baik dari permata terbaik yang ada dibumi ini.

Ikhwatifillah,maka renungkanlah sejenak sudahkah kita optimal dalam dakwah kampus ini,sehingga kita memang pantas untuk balasan Syurga,atau kita hanya separoh hati?
Orang kafir saja bersusah-susah,memberikan segenap kemapuannya,harta bahkan jiwanya demi keyakinanya yang bagi keyakinan Islam mereka pasti akan mendapat balasan Neraka,Tetapi kenapa kita masih bermalas-malas untuk sesuatu balasan  besar?

Allah menggambarkan bahwa kegelapan jahilliyah dapat dikalahkan oleh cahaya Islam,Nah seperti kita ketahui bahwa kegelapan itu bukanlah materi,tetapi itu hanya penamaan ketika cahaya tidak ada,jadi tidak usah meringkuk takut dibawah gelap sebab gelap  mudah dikalahkan walaupun hanya dengan sebatang lilin.Nah nyalakanlah lilin-lilin kita,walaupun belum bisa menerangi dunia ini seterang matahari,tetapi cukup untuk mengusir gelap ruangan kita.

Setahun sebelum Rasulullah akan hijrah kemadinah,beliau mengutus Mushab bin Umair,seorang anak muda yang umurnya baru 20 tahun,anak mama,biasa dilayani dan belum banyak pengetahuannya tentang Islam,dengan sebuah tantangan ’Wahai Mushab datanglah ke Madinah dan ketika tahun besok kami hijrah ke Madinah tidak ada satu rumah disana yang kami kunjungi pasti ada orang Islam didalamnya’
Nah lalu bagaimana dengan kita?apakah kita merasa lebih muda,lebih manja atau sebaliknya kita pasti bisa membuktikan bahwa Unand ini akan futuh dibawah cahaya Islam tahun besok.?  Wallahua’lam.Teriakkanlah Allahuakbar bukti kita sudah kembali bangkit..!!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Next page »