Lamda I penuh kenangan

Maret 18, 2008 at 9:41 am (Uncategorized)

sungguh luar biasa,disini dalam mengangkat acara ini kita memang benar-benar diuji..

kesabaran,keistiqomahan dan kestiqohan..Tak terbayangkankan memang dalam tuntutan pengkaderan yang semakin mendesak,ternyata kita masih disibukkan dengan agenda pribadi yang notabenenya(afwan)tidak penting.

Memang benar bahwasanya tugas itu sudah diamanahkan,memang tidak mesti harus kita lagi,nah toh masih banyak yang lain,tapi coba bayangkan ketika yang lain berfikiran juga seperti kita maka kita sudah mengiqob orang lain dengan kelalaian kita..

Bukan begini sunatullah dakwah,ini bukan masalah pengikutnya yang sedikit,atau jalannya penuh onak dan duri,tetapi engkau,aku dan mereka yang menciptakan kondisi demikian.Bukan..tidak usah engkau sesali mereka yang berguguran di jalan dakwah karena engkalah yang memaksa pucuk itu untuk gugur…

Untuk itu saudaraku..cukupkan..biarkan engkau dan aku saja jadi korban kelalaian,tak usah kau wariskan…

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sahabat Saja..

Maret 3, 2008 at 10:02 am (Uncategorized)

Berteman saja dengan angin..
Dapat kau jumpai dimana saja..
Adukanlah masalahmu pada ombak.
Biar digulung dan dihempaskan ke pantai..

Hari ini kau bercerita  masalah diri,kemaren masalah hati..
Benar sobat hidup ini adalah untaian masalah yang berkait
Tak usah kau putus..
Cukup kau tata saja,agar rapi..

Beriringan,menapaki jalan panjang ini adalah sebuah stimulan energy  baru yang tak akan pernah berhenti.Mendaki,menurun,mendatar atau apapun analogi untuk sebuah masalah,akan terasa lebih ringan bila ada teman seperjuangan yang mendampingi.Mamapah ketika tertatih,membimbing ketika kepenatan melanda atau tertawa ketika jalan sudah menurun.

Sahabat..sebuah kata sederhana yang memiliki sejuta makna.Tertoreh dimana saja,dibuku harian,di album kenangan atau di pohon rambutan disamping rumah,ketika terbaca tetap akan memenuhi memori  dan melambungkan kita pada saat-saat terindah.Ya..semuanya akan terasa begitu sempurna,walaupun dulu ketika kita bersama mereka sering berbeda pendapat,berdebat ataupun bertengkar.Begitulah nuansa hati ketika putihnya masih ada maka akan selalu memandang indah kenangan yang penuh dengan ungkapan andai saja..kalau saja..dan bila saja tidak..
Dengung  dendang penyesalanlah yang akan selalu menggaung dalam hati,karena kita tidak bisa menjaga mereka.Keegoisan yang tak bisa menerima kritikan mereka,padahal kritikan itu diungkapkanya sebagai  bukti bahwa ia menyayangi kita.Keculasan yang menyebabkan luka dihati mereka.atau prasangka  yang menyebabkan jurang itu menganga antara gunung hati dengan mereka.

Akhi sebenarnya kalau kau mau tau itulah yang sebenarnya sahabat,merasa senang bila kau senang,susah bila kau terluka.Merasa bersalah karena ia tak bisa memberi  solusi atau orang yang selalu memberi  motivasi dan tak sungkan untuk mengkoreksi,diatas segalanya mereka adalah orang yang menginginkan keabadian persahabatan bersamamu karena Allah taala.
Masalah kita memang banyak,tetapi itulah yang namanya hidup,merangkak dari tapakan-tapakan masalah,terselesai atau tidak dia akan tetap menuntun kita kepenghujung,yang mengharuskan kita bertanggungjawab atas segala konsekuensi yang selama ini dilakoni.Tidak usah kau menunggu esok atau lusa lagi karena kau tidak pernah akan bisa benar-benar sendiri,disisi lain relung hatimu kau masih menyisakan ruang untuk seorang saudara,sahabat atau orang lain.Jumpialah mereka dan kemukakanlah agar ada lagi jembatan kepedulian dan berbagi antara kau dan dia.Tak usah lagi kau remukkan hatimu sendiri dalam kebuntuan otak dan berkecamuknya hati.
Akhi… kita adalah saudara..!!teman dikamarmu,diwismamu mereka sebenarnya adalah anugrah yang tak ternilai,yang setidaknya terbiasa dengan segala kerut dikeningmu,atau sunggingan senyum dibibirmu.Memahamimu lebih dari sekedar biasa,ikhwah atau akhwat manapun yang bersimpati disekelilingmu.Karena mereka juga turut andil bersama berdampingan dalam menapak hari harimu sadar ataupun tidak kau sadari mereka adalah sejarah hidupmu.Berikanlah sedikit kepercayaan dan secercah terang agar gelap tak bisa melingkupi persaudaraan dan wisma ini lagi.

Akhi bantu juga saudaramu agar bisa memahami  bahwa waktu mereka sebenarnya adalah waktu yang diisi dengan amal dan kebaikan,bantulah mereka agar jangan larut dalam tawa yang hanya bisa mematikan hati.Bercanda yang membuat ada sangsi atas kemurnian persaudaraan ini.Kelepasan berbicara atau kesalahan dalam berbuat itu biasa,tetapi itu tak lagi biasa bila sering dan menyakitkan hati.
Akhi..Jagalah mereka karena ia  adalah anugrah,belum tentu kau menemukan sahabat yang lebih baik dari mereka,seperti yang selama ini kau impi-impikan.Bisa jadi ini kesempatan pertama dan terakhir bagimu untuk mendapatkan sahabat seperti mereka,berlepas dari segala kekurangan yang dimilikinya,tetapi mereka tetaplah yang terbaik yang pantas kau syukuri.
Ada saat ketika nanti tak bersama mereka kau akan merasa ada sisi hatimu yang hilang.Kesakitan mereka juga sedikit banyaknya akan melukai hatimu juga,walaupun kau berpisah atas nama sahabat,teman atau musuh sekalipun.tetap saja akan meninggalkan pedih yang tak berhingga.
Karena tak lengkap rasanya bila aku,engkau dan mereka tidak bisa lagi berkumpul sperti ini di Sorga-Nya yang terindu.

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Kalo Itu memeng Elo..!!

Maret 3, 2008 at 9:41 am (Uncategorized)

    Siapa yang menguasai kampus hari ini,maka dia akan menguasai negara sepuluh tahun lagi.

Tidak terlalu muluk bila demikian,karena ketika kita berpikir lebih jauh maka rekan-rekan mahasiswa yang ada hari ini adalah utusan terbaik dari negeri merka masing-masing,atau lebih tepatnya Iron stock untuk pengganti kepemimpinan di esok hari.

Sebuah kerja besar sebenarnya yang terpikul dipundak aktivis dakwah kampus,kerja substansial yang bisa merubah sebuah peradaban,dalam artian penentu nasib bangsa ini,terserah mau kemana mereka mau mengarahkannya nati.Nah untuk itu perlu kerja keras untuk persiapan dan penempaan terhadap mereka,setidaknya mereka terpola dengan kebiasaan baru bukan lagi ”warisan” kebiasaan buruk generasi lalu atau sekarang.
Tetapi sayangnya fenomena yang ada  sekerang ini,baik dalam lingkungan kampus,maupun diluar kampus adalah sebuah ‘keprihatinan’. Dimana terpampang jelas terjadinya berbagai kesenjangan baik yang terorganisir maupun yang tidak terorganisir dengan rapi,baik yang di design maupun accident.Sebut saja aturan bangsa ketimuran,berapa banyak pelanggaran terhadap nilai-nilai sosial dan tenggang rasa yang selama ini selalu dijunjung tinggi,apalagi bila berbicara maslah agama,yang bila kita mau jujur tidak berapa dari umat isalam indonesia ini yang benar-benar melaksanakan semua kaidah dan ketentuan serta tuntunan Islam yang mulia ini.Kepemimpinan yang tidak merakyat,yang compang camping dan disulam dengan benang yang salah,sehingga sangat kentara walau dilihat dari kacamata  siapa dan jarak sejauh manapun.

Dengan mengatasnamakan rakyat para pejabat mencoba mengumpulkan kain perca yang baru untuk menambal bangsa yang lusuh,jelas saja sangat kentara,kesenjangan antara pejabat dan rakyat begitu terasa.Rakyat mencoba mengais dan mengumpulkan sedikit rezeki dari hasil keringat dan debu,tetapi betapa banya proyek besar dan aset negara yang hanya dinikmati oleh sebagian orang saja.Sungguh bila seandainya tanah ini bisa berbicara pasti merka menolak untuk diinjak dan diforsir untuk kepentingan “semu”tersebut.

Semuanya terpampang jelas,dengan sedikit saja melongok kebangsa yang mendapat Penghargaan demokrasi ini,maka seakan kita melihat kaca transparan,yang melihatkan sisi positif dan  negatifnya.Sekarang sudah saatnya kita bangkit,tidak perlu mengumpat,tetapi berbuatlah semampu kita.Ya sekarang dengan titel kita sebagai mahasiswa berfungsi control sosial di harapkan berperan besar terhadp perbaikan borok bangsa ini.Mulailah dari diri ,keluarga dan lingkungan kita.

Kalaulah dunia yang kacau balau ini diserahkan kepemimpinannya pada Muhammad SAW maka pasti tidak akan ada lagi kekacauan didunia ini,dan mereka hidup dalam satu kesatuan.     (Pemimpin yang berpengaruh)

Itu bukanlah hal yang mustahil untuk kita lakukan,jangan melihat bahwa diri kita masih belum pantas,kampus kita masih belum futuh,tetapi lebih dari itu teriakkan pada diri kita bahwa kita pasti bisa merubahnya!Maka ketika kita bertekad demikian harus  tidak ada lagi kata tunggu,mulailah dan hilangkanlah kebiasaan menunda walau dalam hal sekecil apapun.

Cobalah untuk merancang sebuah visi yang jelas yang akan memotivasi diri kita untuk bangkit ketika kemauan melemah.Masalah fakultas sangatlah kecil sebenarnya terhadap potensial yang di anugrahkan Allah pada kita,bahkan dengan jumlah kader sekitar 1300 orang sebenarnya unand ini begitu sempit untuk bergerak,perluasan dakwah sebenarnya bukan lagi dilingkungan kampus,tetapi menjamah lingkungan yang berada diluar bahkan jauh dari kampus Unand ini.Seharusnya yang kita benahi bukan lagi masalah internal kader,itu sudah basi.Sebut saja materi ruhiyah,komunikasi atau apalah namanya semuanya adalah makanan kader setiap kali melaksanakan dauroh.Lantas salahnya Dimana?

Salahnya kita tidak sungguh-sungguh karena Allah,Atau visi kita kurang tepat.Seandainya Allah tujuan kita maka Dia menjanjikan syurga yang maha indah,lalu motivasi apakah yang lebih besar dari ini?coba tanyakan manusia mana yang bisa membayar mahal kerja “biasa”dengan bayaran yang “luar biasa”.Bayangkan Allah akan membalas dengan surga yang luasnya seluas langit dan bumi,yang pasirnya saja adalah permata yang mutunya jauh lebih baik dari permata terbaik yang ada dibumi ini.

Ikhwatifillah,maka renungkanlah sejenak sudahkah kita optimal dalam dakwah kampus ini,sehingga kita memang pantas untuk balasan Syurga,atau kita hanya separoh hati?
Orang kafir saja bersusah-susah,memberikan segenap kemapuannya,harta bahkan jiwanya demi keyakinanya yang bagi keyakinan Islam mereka pasti akan mendapat balasan Neraka,Tetapi kenapa kita masih bermalas-malas untuk sesuatu balasan  besar?

Allah menggambarkan bahwa kegelapan jahilliyah dapat dikalahkan oleh cahaya Islam,Nah seperti kita ketahui bahwa kegelapan itu bukanlah materi,tetapi itu hanya penamaan ketika cahaya tidak ada,jadi tidak usah meringkuk takut dibawah gelap sebab gelap  mudah dikalahkan walaupun hanya dengan sebatang lilin.Nah nyalakanlah lilin-lilin kita,walaupun belum bisa menerangi dunia ini seterang matahari,tetapi cukup untuk mengusir gelap ruangan kita.

Setahun sebelum Rasulullah akan hijrah kemadinah,beliau mengutus Mushab bin Umair,seorang anak muda yang umurnya baru 20 tahun,anak mama,biasa dilayani dan belum banyak pengetahuannya tentang Islam,dengan sebuah tantangan ’Wahai Mushab datanglah ke Madinah dan ketika tahun besok kami hijrah ke Madinah tidak ada satu rumah disana yang kami kunjungi pasti ada orang Islam didalamnya’
Nah lalu bagaimana dengan kita?apakah kita merasa lebih muda,lebih manja atau sebaliknya kita pasti bisa membuktikan bahwa Unand ini akan futuh dibawah cahaya Islam tahun besok.?  Wallahua’lam.Teriakkanlah Allahuakbar bukti kita sudah kembali bangkit..!!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Biarkan saja,karena ia adalah masalah…

Februari 13, 2008 at 3:56 am (Uncategorized)

   Seperti ketika ummu salamah menjawab enteng pertanyaan anas bin Malik tentang rasulullah saw yang selalu refleks mencium Aisyah tetapi tidak begitu dengan beliau,kita semua harus belajar dengan fakta bahwa ternyata cinta memang punya mekanismenya sendiri dalam menyelesaikan masalah-masalahnya.

Pembiaran.Ya,pembiaran.Mereka dengan sengaja membiarkan sebagian masalah itu terjadi.Dan tidak memikirkannya.Apalagi menyelesaikannya.karena memang tidak semua masalah harus diselesaikan.Karena memang ada banyak masalah yang selesai karena tidak dipikirkan dan tidak diselesaikan.Persis seperti kita membiarkan seorang bocah menangis dan tidak menghiraukanya,ia akan berhenti dengan sendirinya.Sebab memang harus ada”ruang pelepasan jiwa”yang mengharuskan kita”tega”menyaksikannya untuk lepasa bebas,sembari menanti dengan cukup”yakin”bahwa ia akan kembali tenang dengan sendirinya.

Begitu juga cinta punya mekanisme pembiaran.Semacam toleransi bahwa masalah-masalah yang muncul ini bukan bahaya yang mengancam.Tapi hanya riak-riak yang menghiasi keteduhan laut.Ujian paling berat bagi pecinta sejati adalah keyakinan terhadap kesejatian cintanya sendiri,dan keyakinan nya pada kekuatan cinta untuk terus melahirkan kebajikan-kebajikan.Pembiaran adalah tampak manajerial dari keyakinan itu.

Satu hal yang perlu di ingat bahwa jangan sampai cinta kita pada sesuatu melebihi kecintaan kita pada Allah.So..biarkan saja….

Permalink & Komentar

Sungguh..?cintakah kau..?!

Februari 12, 2008 at 10:37 am (Uncategorized)

Ada yang aneh di 14 February..pink bernuansa hati..Katanya..??Coklat laris manis,silverqueen licin abiz…Rela merongoh kantong lebih dalam untuk sebuah parcel (katanya Special untuk kau tersayang…)ye..bisa aja..

Sungguh sebenarnya sebuah fenomena yang sangat keliru.Bayangin aja masa ungkapan cinta cuma sekali setahun..mana benernya,tulusnya mana juga.?bohong aja itu..

Kaum mukmin laki-laki dan wanita, sebagian mereka adalah penolong sebagian yang lain, mereka memerintahkan kebajikan dan mencegah kemunkaran“QS At-Taubah 71.
So kalo kamu maksiat kepada Allah dihari 14 february berati bukan mencegah but melaksanakan kemungkaran..

Nah kok ada ya aktivis ngucapin V-day pada ikhwah lainya,sekedar ungkapan biasa saja awalnya,ato iseng sms aja..Tau ngga’ bahwa kita akan dikumpulkan bersama orang-orang yang kita cintai..lha wong sama-sama bermaksiat..kongkownya nanti di akhirat dimana lagi kalo ngak di SONO…!!

Cinta terhadap saudara itu boleh,malah dianjurkan..sampai tingkatan tertinggi Itsar(mendahulukan kepentingan saudara).sah-sah saja.dan yang terpenting jangan sampai kecintaan kita kepada Allah terkalahkan oleh kecintan kita pada selain Allah (liat 3:14)..

Kalau kau bisa menjaga hati,belum tentu dengan dia..
kalau engaku berdua merasa yakin bisa menjaga hati..
bukankah masih ada orang lain yang berprasangka..
(nafshul mutmainnah)

……Love..Katanya..?

Permalink 1 Komentar

Aktivis tanpa aktivitas

Februari 12, 2008 at 3:40 am (Uncategorized)

Gelap sendiri tertatih..
Rengkuhlah bintang dilangit hati
usirlah gelap dicita-cita
Biaskan fajar dikehidupan
menyongsong terang keabadian…

Hidup bagaikan air di bukit,mengalir tanpa henti menuju muara,tak kenal siaran tunda.Segudang masalah menunggu untuk diselesaikan dengan korelasi waktu dan tenaga yang terbatas.
Masalah harus DIPECAHKAN..!!walaupun besok,lusa atau kapan saja ya tetap saja mesti…Pertanyaannya kok tidak sekarang saja?dengan evek dan imbas yang lebih keci?benar sih ada skala prioritas,tapi itu kan relatif(einstein)..toh bercanda,nonton,tidur bisa ditunda besok..

Sering sekali orang lain dikambing-hitamkan untuk masalah yang tak terselesaikan,jarang instrospeksi itu datang dan menyebabkan kesadaran bahwa itu adalah kelalaian sendiri..atau jarang dengan kesalahan itu kita mengIqob diri..Padahal itu sebenarnya menumbuhkan energi positif yang luar biasa..Membangkitkan semangat untuk terus memperbaiki…

Pernah seorang anak pada saat kordoba masih dibawah kekuasaan Islam.ketika dia punya sepuluh anak panah yang digunakan untuk menembak burung,ternyata dua anak-panahnya tidak tepat sasaran.dan yang menjadi evaluasi adalah kenapa dua anak panahnya tidak tepat sasaran..??sungguh evaluasi yang luar biasa.

Sekarang kita sebagai aktivis dakwah kampus,mungkinkah kita tanpa aktivitas??Ya bisa saja kalau antum tidak mengevaluasi bahwa itu adalah suatu kegagalan..Menonton sih boleh saja,tetapi bermain itu ternyata jauh lebih nikmat terasa..Komentar tidak masalah,yang bermasalah adalah ketika komentar kita adalah kekurangan kita sendiri,atau itu saham dari kelalaian kita..
Allahualam….

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Manjalang MiD test

Oktober 29, 2007 at 3:04 am (Uncategorized)

Bila engkau bercita-cita,meraih mkasa depan gemilang,tempa diri dengan seksama,keja keras harus dimantapkan….

Sekarang mid test menyapa,menyita sebagian besar perhatian kita ,baik untuk persiapan,mental dan peralatan sekalipun.Karena kita tidak ingin mencoba gagal(bagi anak baru)atau gagal lagi(bagi angkatan 2,dst..).Kita pasti menyadari bahwa ini adalah medan tempurnya seorang mahsiwa,akankah ia menjadi pemenang atau hanya sekedar pecundang.Semakin keras latihan dan tempaan maka semakin besar kemungkinan kita kan memenangkan begitu juga dengan  persiapan,semakin banyak persiapan maka peluanga kemenangan akan semakin besar menanti.

Tergantung,apakah kita ingin menjadi yang terbaik unttuk hari ini atau tidak mengambil lahan ini sama sekali..

Maka teriakkanlah  Kalahlah Engakau hai Kemalasan !!!

Sungguh kami akan terus disini meniti cita cita tanpa mengenal lelah

karena sesungguhnya kelelahan hari ini adalah energi untuk hari esok

bahkan lelah telah lelah mengejar kami…….. 

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

euvoria kemenangan

Oktober 23, 2007 at 3:32 am (Uncategorized)

Bagaimana perasaan kita saat Idil Fitri?
Apakah kita benar menang?atau hanya sekedar gaung kemenangan saja?
Kalau kita menyadari ternyata sebagian dari kita masih dikotomi dengan kemenangan itu sendiri,tidak menyadari arti kemenangan hakiki.Coba kita lihat kilas balik potret diri kita semenjak akhir ramadhan.Adakah yang berubah setelah kita merayakan kemenangan besar itu?Adakah amalan kita bertambah?Tadarus kita meningkat?Ukhuwak kita semakin erat atau munajat kita semakin dekat pada Allah?

Sungguh kalau seandainya kita mengetahui ternyata bukit amal kita masih terlalu kecil dibandingkan lautan dosa kita.itu tidak akan cukup menutupi palung dalam dosa kita,dan kita telah melewati ramadhan dengan hanya menuai sedikit saja dari panen pahala musim ini.Bagaimana ini bisa terjadi?

Syawal adalah bulan peningkatan amalan kita,bukannya teriakan merdeka yang mesti kita teriakkan atas keterikatan kita selama ramadhan kemaren,tapi implikasi dari hasil tarbiah ramadhan itulah yang mesti kita tingkatkan..!!

Selamat berjuang untuk semuanya..Rapatkan barisan ukhuwah jangan biarkan setan menyelinap diantara barisan rapat hati-hati kita,Teriakkanlah bukti kemenangan..dan pancangkan tekat menghujam jauh kedalam bumi agar tidak akan tumbang digilas waktu yang berkejaran..
Teriakkanlah ALLAHUAKBAR..

Taqobalallahu minna wa minkum,wa syiammanna wa syiammikum,mohon maaf lahir dan bathin

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

Sekuntum Bunga Mesiu

Oktober 3, 2007 at 9:24 am (Uncategorized)

Assalamualaikum wr wb.

Senja merekah membayangkan semburat jingga di hati-hati kita.Sepuluh hari akhir ramadhan sudah kita tapaki,dan mungkin belum meninggalkan bekas apa apa.Atau kalaupun ada mungkin dihapus ombak ketak-ikhlasan.atau diterbangngkan angin kesombongan..

Detik yang berdentang berpacu mencapai ujung..Layak-kah kita merayakan kemenangan?Satu syawal yang begitu berharga bagi orang yang berpuasa karena dua hal. Pertama:berhasil melaksanakan puasa dengan baik dan yang kedua :Bersedih karena Ramadhan akan meninggalkan mereka.Lalu bagaimana dengan kita…?

Ramadhan ini begitu mempesona,tapi bisa membidik tepat dijantung hati kita saat penyesalan datang karena hati kita masih tak lembut.Bahkan lebih keras dari batu yang berlubang ditetesi air.Ramadhan bisa menjadi bom waktu dipenyesalan panjang..Bagaikan seikat bunga bermesiu…

Berbuatlah sebelum semuanya benar-benar memudar !!

Permalink Tinggalkan sebuah Komentar

halaman sebelumnya